"Paling tidak
mendapatkan persyaratan untuk kursi minimal 20 persen dari kursi di DPR
nasional atau 25 persen dari suara sah seluruh Indonesia," kata Wiranto
menjawab pertanyaan Antara saat berada di Jayapurao untuk memberikan pembekalan
ratusan caleg Hanura, Kamis.
"Semua itukan
kalau tidak diubah. Tapi ini kan masih diperdebatkan, bisa saja 20 persen, bisa
15 persen bahkan bisa juga hilang," ucapnya.
Ia mengatakan
sebenarnya Hanura tidak memakai presentasi namun karena partainya sudah
mencalonkan presiden dan wakil presidennya sendiri, "Maka kalau menurut
peraturan yang lama, paling tidak kita mendapatkan persyaratan untuk kursi
minimal 20 persen dari kursi DPR nasional atau 25 persen dari suara sah seluruh
Indonesia," katanya.
Namun, saat ini ada
Judical Review dari Yuzril Ihza Mahendra terkait hal itu.
"Kalau Judical
Review atau uji materiil dari Yuzril Ihza Mahendra dikabulkan maka bisa-bisa
pemilihan presiden tanpa ada persyaratan Presiden Threshold. Yah berarti semua
parpol yang lolos 3,5 persen peserta pemilu punya peluang, tapi walaupun
demikian Partai Hanura ambil suatu prosentase yang maksimal yakni 20 persen,"
katanya.
Terkait masih banyak
DPT di seluruh Indonesia yang ditemukan fiktif atau belum terakomodir baik,
Wiranto yang mantan Panglima ABRI itu di era Orde Baru mengatakan, "Tidak
hanya Hanura, saya kira seluruh rakyat Indonesia tidak ingin bahwa pemilih itu
dinodai dengan hal-hal yang bersifat tidak transparan," katanya.
Semua rakyat, kata
Wiranto, memimpikan agar pemilu itu dilaksanakan dengan jujur, dengan bersih
dan transparan serta tidak ada rekayasa apa-apa.
"Saya rasa akan
menimbulkan risiko kita salah memilih pemimpin, setiap usaha merekayasa pemilih
risikonya Indonesia tidak akan mendapatkan pemimpin yang betul-betul
berkompetensi ini bahayanya, ini harus disadari bahwa pemangku jabatan yang
ikut serta mensukseskan pemilu," katanya.
Hanura sebenarnya
sangat keberatan kalau parpol masih ada cacat seperti itu, dan masih ada
sesuatu bagian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Makanya saya selalu
dorong sebelum pemilu dilaksanakan, ayolah yang masih remang-remang, yang masih
kelabu kita bersihkan dulu, agar Pemilu itu betul-betul dapat
dipertanggungjawabkan baik kepada rakyat, kepada bangsa dan negara dan terutama
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”
Wiranto dan Hary
Tanosudibyo merupakan capres dan cawapres yang diusung Hanura. Kedua pasangan
tersebut berada di Ibukota Provinsi Papua, Kota Jayapura sejak Rabu (22/1) guna
memberikan pembekalan kepada ratusan caleg partai bernomor urut 10 itu.
Selain itu, keduanya
memberikan sumbangan dan bakti sosial di kawasan Dok IX, mengunjungi Masjid
Raya Kota Jayapura dan Natal bersama warga Jayapura.(*)
Sumber: Harian Jambi
No comments:
Post a Comment