Latest News

Monday, January 13, 2014

Heboh Isu Dosen IAIN Ciumi Mahasiswi, Sang Dosen Sering Minta No HP dan Mengajak Makan

 JAMBI - Sebagian mahasiswi memang mengenal Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Thaha Syaifuddin Fuad Rahman sebagai sosok yang flamboyan. Ketika kali ini dia dilaporkan ke rektor karena diduga mencium salah satu mahasiswi di ruang kerjanya, mungkin Fuad sedang kena batunya.
Bagaimana sosok Fuad di mata sejumlah mahasiswi perguruan tinggi Islam terbesar di Jambi itu? Setiap mahasiswa dan mahasiswi yang memasuki semester tujuh atau akan melakukan kuliah kerja nyata (kukerta) bakal mengenalnya. Sebagai ketua LP2M, dia memang –antara lain-- bertugas mengurusi para mahasiswa yang hendak mengikuti kukerta.
Beberapa hari belakangan namanya menjadi lebih terkenal lagi. Bahkan, dia menjadi perbincangan hangat sekaligus pergunjingan di kampus IAIN STS. Sebab, salah seorang mahasiswi melaporkan Fuad ke rektorat karena telah dilecehkan oleh dosen yang satu ini.
Fuad dan mahasiswi yang melapor, berinisial CA, lalu dipanggil dan dimintai klarifikasi. Namun, laporan itu tidak menimbulkan efek apa-apa ke Fuad. Sebab, Fuad mengaku tidak mencium CA, tetapi sebatas memegang kepalanya. Sedangkan CA –tentu saja—tidak mampu menunjukkan bukti dan saksi bahwa dia telah dicium Fuad.
Versi CA, dari kabar yang beredar luas, dia dicium Fuad pada Jumat (20/12) tahun lalu, di ruangan kerja Fuad. Saat itu, CA hendak mengambil seragam kukerta, dan hanya mereka berdua di dalam ruangan tersebut. Saat sedang berjongkok memilih-milih baju kukerta, Fuad mendekat, memegang kepala dan menciumnya.Kepada rekan sekampusnya, CA mengaku dicium di kening.
Mendapat perlakuan itu, CA protes dan langsung meninggalkan ruang Fuad. Bahkan, baju kukerta yang hendak diambilnya pun langsung ditinggalkan. Beberapa hari kemudian, CA menemui Rektor IAIN Hadri Hasan untuk melaporkan ulah Fuad.
Di kalangan mahasiswa, Fuad dikenal memang akrab dengan para wanita. Tapi tak jarang pria yang mengaku berasal dari Batanghari ini berlagak sok kenal dengan mahasiswi. “Kalau di depan mahasiswi, dia selalu berlagak seolah-olah kenal semua,” ujar ES, salah satu mahasiwi alumni IAIN STS yang mengenal Fuad.
Fuad, pria bertubuh tinggi  yang selalu berpakaian rapi itu, sering menyatakan bahwa mustahil mahasiswi yang sudah kukerta tidak mengenalnya. Karena itu, setiap kali berjumpa dengan para mahasiswi itu dia akan langsung sok akrab. “Mustahil kamu gak kenal sama saya,” begitu kata-kata yang pernah didengar ES bila ada yang tidak mengenalnya.
Menurut ES,  bila sudah berbicara dengan mahasiswi tidak jarang Fuad langsung meminta nomor HP dengan dalih kapan-kapan dia akan membantu untuk urusan kukerta. Padahal, untuk mengurus masalah kukerta memang sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai Ketua LP2M. 
Nah, setelah mendapatkan nomor kontak mahasiswi, Fuad selanjutnya akan sering-sering mengajak berkomunikasi. Bahkan tidak jarang dia mengajak makan malam. “Saya pernah dikekgituin (diperlakukan seperti itu, red). Katanya, minta nomor HP mau bantu, tapi ujung-ujungnya ngajak ketemuan,” ujar LE, alumni FakultasTarbiyah.
LE sendiri mengaku pernah diajak makan malam oleh Fuad di suatu tempat. Tetapi dia menolak karena menduga ada yang aneh dari ajakan tersebut. “Katanya mau bicara keperluan kukerta, tapi kok di luar jam kuliah,” ujarnya.
JN, salah seorang alumni IAIN mengenal Fuad sebagai orang yang mudah berkomunikasi dengan siapa saja, tertama dengan mahasiswi. “Kalau ada cewek cantik urus kukerta, pasti akan cepat dilayanai.  Kalau cowok mana mau dia cepat-cepat,” katanya.
Fuad memang berkali-kali membantah melakukan tindakan amoral terhadap salah satu mahasiswi berinisial CA. Dia mengatakan apa yang terjadi waktu itu hanya salah paham saja. Bahkan, dia bersumpah tidak pernah mencium CA.
Dia mengaku memang dekat dengan semua mahasiswa yang sedang melakukan kukerta. Dia juga tidak menepis kabar yang menyebut dirinya dikenal ramah. Sebagai dosen dan ketua LP2M, katanya, dia memang harus ramah terhadap mahasiswa.
 “Saya memang dekat dengan semua mahasiswa, apalagi mahasiswa yang mau ngurus kukerta. Jadi jangan disalah artikan lah,” elaknya.
Yang pasti, gelombang aksi memprotes dirinya sebagai ketua LP2M kini membesar di kampus IAIN. Sejumlah mahasiswai menggelar unjuk rasa untuk meminta Rektor IAIN STS membehentikan Fuad ari jabatan tersebut. Fuad sendiri menyebut kasusnya berlatar belakang politik. Katanya, ada yang tidak senang dengannya.(*)
Sumber: Harian Jambi

No comments:

Post a Comment

Kontak Kami

Name

Email *

Message *