Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sungaipenuh ini, datang memenuhi panggilan penyidik sekitar Pukul 09.00, kemarin (25/1). Pusry Amsy dating bersama kuasa hukumnya Indra Lasmana SH dari Jambi.
Kapolres Kerinci AKBP A Mun'im melalui Kasat Reskrim AKP Agus Saleh membenarkan adanya pemeriksaan Pusry Amsy. "Ya benar, Pusry diperiksa sebagai saksi untuk Jeje Biantara terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dan untuk kasus Novi yang diduga tidak ikut tes," ungkapnya.
Dikatakannya, selain Pusry Amsy, adik Novi Astria Yenti juga dimintai keterangan dan klarifikasi terkait dengan kasus Novi. "Pusry dan adik Novi yang diperiksa hari ini (kemarin)," sebutnya.
Diketahui, Pusry bersama pengacaranya Indra Lasmana, datang pukul 09.00, pemeriksaan baru dimulai pukul 10.00. "Pukul 09.00 datang dan pemeriksaan dimulai pukul 10.00," kata kasat. Dia menambahkan bahwa setelah pemeriksaan Pusry Amsy, pihaknya akan gelar perkara untuk kasus Jeje dan Novi untuk menentukan langkah berikutnya. "Sudah pemeriksaan Pusry maka kita akan gelar perkara Minggu depan. Pusry baru sekali dipanggil,” tandasnya.
Terpisah, Kuasa Hukum Pusry Amsy, Indra Lesmana saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku dirinya mendampingi Pusry dalam pemeriksaan oleh penyidik di Mapolres Kerinci. “Iya, memang pagi tadi ada pemeriksaan terkait seleksi CPNS,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, kata Indra yang bersangkutan (Pusry) mengatakan pihaknya telah melakukan proses perekrutan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. “Materi pemeriksaan yakni terkait proses awal hingga akhir perekrutan CPNS serta meyangkut dugaan ijazah palsu. Untuk kasus Novi, belum,” sebutnya.
Terkait ijazah palsu, Indra Lesmana mengatakan bukan kapasitas Pusry untuk melakukan klarifikasi. Bahkan, dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut adalah yang berwenang yakni pihak aparat hukum. “Selagi peserta CPNS memasukkan bahannya sesuai persyaratan yang ada, maka itu yang diseleksi oleh panitia. Soal ijazah palsu bukan wewenang panitia,” tandasnya.
Sebelumnya, satu persatu penyidik Polres Kerinci memanggil saksi untuk menindaklanjuti dugaan kecurangan dalam perekrutan CPNS Kota Sungaipenuh. Sebelumnya, Novi Astria Yenti telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Kamis (23/1) lalu, giliran paman Novi Amir Safruddin yang memenuhi panggilan penyidik. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci AKP Agus Saleh.
Paman Novi, Amir Safruddin, mengatakan bahwa dirinya datang untuk dimintai keterangan soal Novi yang disebut tidak ikut tes. "Saya dipanggil untuk memberikan keterangan ke penyidik," jelasnya. Terkait isu yang berkembang, di mana Novi tidak pernah ikut tes dikarenakan kecelakaan, dia mengatakan Novi pernah mengalami kecelakaan pada hari dilangsungkan pelaksanaan tes CPNS. Lanjut Amir, Novi mengalami luka ringan di bagian kepala, dan dibawa ke UGD.
Lalu apakah Novi tidak ikut tes? Paman Novi ini menegaskan bahwa Novi ikut tes, meski pun Novi sempat dibawa keruangan inap, namun dirinya tetap pergi tes dan dirinya yang langsung mengantar Novi. “Novi ikut tes, dan saya yang langsung mengantarkannya. Namun saya tidak ikut masuk ke ruang tes,” sebutnya.
Akan tetapi, lanjut Amir, Novi sampai di lokasi tes sekitar pukul 09.20 telat 20 menit dari jadwal pelaksanaan tes CPNS tersebut. "Pada hari itu tidak ada perawat, dan dokter karena hari libur Minggu, sampai jam 09.20, dan selesai sekitar jam 11.00," terangnya.
Lalu setelah tes, apakah Novi kembali dirawat di RSUD? Amir mengatakan bahwa Novi kembali dirawat di rumah sakit. "Isu yang mengatakan Novi tidak ikut tes itu hanya masyarakat yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya," tandas Amir sambil menuju ruang penyidik. (*)
Sumber: Harian Jambi
(Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)
ReplyDeleteBerawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.
Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :
1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.
2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.
3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.
4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.