Pantauan Harian Jambi di lokasi, Kamis (16/1), Sekitar 20 pedagang tampak menggelar dagangan di trotoar jalan. Jalan depan kantor walikota pun tak luput dari kemacetan, karena banyaknya kendaraan pembeli yang parkir.
Dikatakan oleh salah seorang pengunjung, jika harga sejumlah sayuran di pasar ini lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar lainnya seperti Pasar Angsoduo, dan Pasar Handil Jelutung Jambi.
“Misalnya bawang merah hanya dihargai Rp 6.000 per kilogram. Sementara di Pasar Angsoduo dan Pasar Handil mencapai Rp 8.000 per kilogramnya. Harga cabai juga lebih murah yakni hanya Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan di Pasar Angsoduo dan Handil Jelutung mencapai Rp 50 ribu per kilogramnya,” kata Derlina (32) pembeli yang merupakan warga Kebun Handil.
“Tapi saya sangat prihatin melihat para pedagang ini. Mereka berjuang hanya untuk sesuap nasi dan keluarga. Namun Pemerintah Kota Jambi mengusir mereka begitu saja dari depan Pasar Angsoduo Kota Jambi itu. Kita prihatin melihatnya, dan karena itulah kita beli dagangan mereka di sini,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan Ema Melia (45), warga Jalan Kol M Kukuh, Kecamatan Kotabaru Jambi. Menurutnya, pedagang pasar kaget Walikota Jambi memang lebih murah dari pasar tradisional lainnya.
“Saya juga kaget saat beli tomat dan sayur di situ. Kok harganya bisa lebih murah, jadi saya belanja aja sekalian,” katanya.
Sementara itu Ny Sundari, seorang pedagang sayuran mengatakan, mereka akan tetap berjualan di trotoar depan Kantor Walikota Jambi sebelum ada solusi dari Walikota Jambi Sy Fasha.
“Saat kampanye dulu Fasha berjanji akan memperhatikan para PKL dengan memberikan tempat yang layak untuk berdagang. Namun stelah jadi walikota, janji hanya tinggal janji, bahkan kita ditertibkan tanpa adanya solusi,” ujarnya.
Sementara Walikota Jambi Fasha saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menolak untuk menemui pedagang tanpa alasan yang masuk akal. Bahkan Walikota Jambi Fasha terkesan melakukan pembiaran terhadap aksi PKL yang menjadikan trotoar dengan Kantor Walikota Jambi sebagai pasar kaget. (*)
Sumber: Harian Jambi
No comments:
Post a Comment