Latest News

Monday, February 10, 2014

Duit Masyarakat Jambi di Bank Capai 19 Triliun

JAMBI - Berapa jumlah rupiah simpanan masyarakat Jambi yang disetor ke bank dalam bentuk deposito dan tabungan pada triwulan 4 tahun 2013 lalu?

Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Minggu, merilis data jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh bank umum di Jambi sebesar Rp19,42 triliun. Angka ini turun 0,54 persen atau sebesar Rp105,96 miliar dari triwulan sebelumnya yang mencapai Rp19,52 triliun. Penurunan ini disebut seiring dengan menurunnya simpanan berjangka sebesar 18,65 persen dan dan giro sebesar 10,62 persen. 

Lantas, siapa saja yang menyimpan uang dalam jumlah besar itu? Menurut Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Ihsan W. Prabawa, peningkatan Dana Pihak Ketiga yang disetor ke sejumlah bank itu terutama dilakukan oleh perseorangan, bukan lembaga keuangan. DPK perseorangan meningkat Rp1.527 miliar dalam tahun 2013 menjadi Rp14.452,21 miliar atau meningkat sebanyak 11,81 persen. 

Peningkatan jumlah masyarakat yang menghimpun dananya di bank-bank umum terjadi hampir merata di seluruh kabupaten di Provinsi Jambi, kecuali Batanghari dan Tanjung Jabung Barat. Namun, pertumbuhan tahunan yang paling besar terjadi di Kabupaten Sarolangun yang mencapai Rp148,50 miliar atau 83,77 persen dari keseluruhan DPK dan Kabupaten Tebo yang mencapai Rp84,86 miliar atau 53,44 persen. 

Meski simpanan masyarakat di dua kabupaten itu mengalami peningkatan, namun jumlah DPK di bank yang paling besar masih terdapat di Kota Jambi sebesar Rp13,67 triliun dan diikuti oleh Bungo sebesar Rp1,42 triliun. 

Lalu, apa motivasi masyarakat menyimpan uang dalam jumlah besar di bank? Menurut Bank Indonesia Jambi, meningkatnya jumlah simpanan dan jumlah nasabah di bank, salah satunya karena meningkatnya suku bunga simpanan yang mengikuti kenaikan BI-rate. 

Namun, jika Dana Pihak Ketiga dalam bentuk deposito dan tabungan mengalami peningkatan, tidak demikian halnya pada giro. DPK dalam bentuk giro justru mengalami penurunan sebesar 11,14 persen (yoy), sejalan dengan tingginya realisasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2013.(*)

Sumber: Harian Jambi 

No comments:

Post a Comment

Kontak Kami

Name

Email *

Message *