Sempat terjadi adu mulut antara para pendemo dan pihak
kepolisian. Pendemo tidak puas dengan hadangan pihak kepolisian akhirnya
melempari polisi dengan bungkusan air.
Pendemo juga sempat membakar kardus, dan mendesak Anggota KPU Batanghari
bersedia ditemui oleh pendemo. Melihat kejadian itu semakin memanas
akhirnya dua orang Komisioner KPU Batanghari bersedia menemui pendemo.
Mereka yang menemui adalah A Kadir dan Zawawi. Para pendemo tidak puas dengan jawaban dari Komisioner KPU
tersebut. Dengan peralatan seadanya, akhirnya para pendemo melakukan
aksi anarkis yang berujung tembakan gas air mata.
Dengan pengawalan ketat, dua orang anggota KPU tersebut
langsung diamankan serta dibawa ke kantor. Sementara itu pihak
kepolisian berhasil meredam puluhan masa tersebut. Sehingga masa pun bersedia
meninggalkan Kantor KPU.
Kejadian tersebut adalah gambaran simulasi yang dilakukan
oleh Polres Batanghari di depan Kantor KPU setempat.
"Saya menginginkan pengamanan dalam pelaksanaan
pemilu harus benar serius. Untuk anggota kepolisian harus melakukan
tindakan yang terukur. Simulasi ini juga harus benar-benar gambaran pada hari
sesungguhnya. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam hari yang sebenarnya,"
kata Kapolres Batanghari.
Menurut dia, semua anggota harus benar-benar paham dan
mengerti dalam pelaksanaan Pemilu 9 April nanti.
Sementara, Komisioner KPU Batanghari A Kadir, berharap dengan adanya
simulasi persiapan dalam pengamanan serta pelaksanan pemilu mendatang akan
dapat terlaksana dengan baik.(*)
Sumber: Harian Jambi
No comments:
Post a Comment