Latest News

Thursday, February 13, 2014

Tolak Pemilu 9 April, Pendemo di Bulian Ditembak Gas Air Mata

Muarabulian - Puluhan pendemo yang menolak dilaksanakannya Pemilu 9 April mendatang terpaksa dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian Polres Batanghari dengan tembakan gas air mata, di Kantor KPU setempat, Kamis.

Sempat terjadi adu mulut antara para pendemo dan pihak kepolisian. Pendemo tidak puas dengan hadangan pihak kepolisian akhirnya melempari polisi dengan bungkusan air. 

Pendemo juga sempat membakar kardus, dan mendesak Anggota KPU Batanghari bersedia ditemui oleh pendemo. Melihat kejadian itu semakin memanas akhirnya dua orang Komisioner KPU Batanghari bersedia menemui pendemo. 

Mereka yang menemui adalah A Kadir dan Zawawi. Para pendemo tidak puas dengan jawaban dari Komisioner KPU tersebut. Dengan peralatan seadanya, akhirnya para pendemo melakukan aksi anarkis yang berujung tembakan gas air mata. 

Dengan pengawalan ketat, dua orang anggota KPU tersebut langsung diamankan serta dibawa ke kantor. Sementara itu pihak kepolisian berhasil meredam puluhan masa tersebut. Sehingga masa pun bersedia meninggalkan Kantor KPU. 

Kejadian tersebut adalah gambaran simulasi yang dilakukan oleh Polres Batanghari di depan Kantor KPU setempat. 

"Saya menginginkan pengamanan dalam pelaksanaan pemilu harus benar serius. Untuk anggota kepolisian harus melakukan tindakan yang terukur. Simulasi ini juga harus benar-benar gambaran pada hari sesungguhnya. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam hari yang sebenarnya," kata Kapolres Batanghari.  

Menurut dia, semua anggota harus benar-benar paham dan mengerti dalam pelaksanaan Pemilu 9 April nanti. 

Sementara, Komisioner KPU Batanghari A Kadir, berharap dengan adanya simulasi persiapan dalam pengamanan serta pelaksanan pemilu mendatang akan dapat terlaksana dengan baik.(*)

Sumber: Harian Jambi 

No comments:

Post a Comment

Kontak Kami

Name

Email *

Message *