Nunung, tokoh pemuda setempat membenarkan kalau warga enggan melintas di jembatan tersebut, apalagi mengendarai roda dua maupun roda empat. Katanya, ketinggian jembatan dari jalan mencapai satu meter. Tak heran, roda duapun tak bisa melewati jembatan ini.
Warga menginginkan, dinas terkait merombak kembali kondisi jembatan, agar bisa sejajar dengan jalan. Seperti yang terlihat di Jembatan SK 22, SK 23 dan SK 25, kondisinya baik dan bisa dilalui roda dua maupun roda empat.
“Keseluruhan jembatan tersebut sejajar dengan jalan, sehingga bisa dimanfaatkan warga dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari baik dengan menggunakan kendaraan roda dua mau pun roda empat,” kata Nunung.
Pada dasarnya, masyarakat senang dengan adanya bangunan jembatan dari pemerintah daerah. Hanya saja, pembangunan jembatan terbilang asal jadi, karena tidak bisa dilalui kendaraan.
Ditambahkan dia, oprit jembatan hanya ditimbun dengan tanah kuning, dan pada bagian tengah timbunan diberi semen untuk menambah ketinggian dan curam.(*)
Sumber: Harian Jambi
No comments:
Post a Comment