Latest News

Wednesday, January 15, 2014

Karena Alasan Sibuk, Walikota Urung Temui Pendemo

JAMBI - Hingga tadi pagi (15/01), ratusan pedagang kaki lima (PKL) masih melakukan unjuk rasa dengan berjualan di Kantor Walikota Jambi. Aksi protes terhadap penertiban PKL di Angsoduo beberapa waktu lalu ini sudah berlangsung sejak Senin (13/1) lalu.
Bertahannya ratusan PKL ini di depan Kantor Walikota Jambi ini, karena hingga tadi pagi, Walikota Jambi Sy Fasha belum menemui para PKL, sementara  mereka mengancam tidak akan membubarkan diri sebelum bertemu dengan Wako.
Pantauan harian ini di lapangan, para PKL berjualan dagangan murah di depan Kantor Walikota layaknya sebuah pasar tradisonal. Tidak hanya itu, para PKL yang lali-laki tidur menggunakan tenda di Kantor Walikota Jambi, sebelum bertemu dengan Fasha.
"Kedatangan kami ke sini hanya untuk bertemu walikota, jika walikota tidak datang menemui kami, maka kami akan tetap berada di sini sampai Wako datang," kata Inan, salah satu PKL di lokasi.
Selain kecewa tempat mereka yang telah ditertibkan oleh Pemkot Jambi, PKL juga menuntut janji Sy Fasha sebelum menjadi Wako, yakni tidak akan menggusur lapak PKL.
"Kami tidak terima dengan penggusuran ini, Fasha dulu pernah berjanji waktu kompanye di pasar, katanya akan mensejahterakan PKL, dan tidak akan menggusur tempat dagangan kami," kata Summarty, salah satu pendemo.
Pemkot Jambi tetap tidak akan memberi izin kepada PKL untuk berjualan kembali di depan Angsoduo.
"Saat ini kita tetap menempatkan mereka di tempat parkiran Pasar Angsoduo, agar tidak menganggu pengguna jalan. Pak Wali juga pernah mengatakan tidak akan memberi izin kembali kepada PKL untuk berjualan di jalan Pasar Angsoduo,” ujar Yasir, Humas Pemkot Jambi.
“Jika alasan para PKL dagangan mereka tidak laku setelah dipindahkan ke area parkir, saya rasa jika orang mau beli pasti orang itu akan mencari di manapun mereka berada," jelasnya.
Pantauan harian ini, sejak Senin (13/01) hingga tadi siang, belum ada satu pun pejabat Pemkot, terutama Walikota Jambi yang menyempatkan diri menemui para pendemo.
"Pak Wali juga manusia biasa, dia tidak bisa menyelesaikan banyak masalah dalam waktu yang bersamaan," tukas Yasir.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jambi Junaidi, dikonfirmasi Harian Jambi tadi siang mengatakan, aksi protes ratusan PKL dengan berjualan di depan Kantor Walikota Jambi ini adalah sebuah masalah besar yang harus segera disikapi.
Selain merusak pemandangan Kantor Walikota Jambi, aksi ini juga mengganggu para pengguna jalan, serta menggangu kinerja PNS di Pemkot Jambi, akibat aksi protes ini.
“Kita minta Pemkot untuk mendiskusikan kembali masalah ini, agar para PKL tidak berjualan lagi di Kantor Wako, sehingga menggangu aktivitas perkantoran Setda Kota Jambi,” tegasnya.
Ia menegaskan, seharusnya instansi terkait harus segera menanggapi masalah ini, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Pasar Kota Jambi. “Instansi terkait seharusnya tanggap dengan masalah seperti ini, jangan nunggu Wako terus,” tukasnya.(*)

No comments:

Post a Comment

Kontak Kami

Name

Email *

Message *