
TANGERANG - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sudah dua kali batal melantik Walikota dan Wakil Walikota Tangerang periode 2013-2018, Arief-Sachrudin. Pembatalan dilakukan Ratu Atut secara mendadak meski DPRD sudah menyiapkan segala sesuatunya.
Sebelumnya, pelantikan Walikota Tangerang oleh Gubernur Banten pada Minggu (15/12) sudah dibatalkan dengan alasan Ratu Atut tidak siap.
Ketua DPRD Kota Tangerang Herry Rumawatine menjelaskan jika ketidaksiapan Gubernur Banten untuk melantik pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang terpilih, Arief Wismansyah-Sachrudin, karena adanya urusan pribadi. "Gubernur tidak bisa karena ada urusan pribadi," tambah Herry.
Kabar ketidaksiapan Gubernur Banten pun diterimanya secara mendadak melalui sambungan telepon. Di sisi lain, tenda dan kesiapan lainnya sudah disiapkan.
Akibatnya DPRD menggelar jadwal ulang dan menetapkan pada hari Rabu (18/12). Namun, saat segala sesuatunya sudah disiapkan dan menunggu kedatangan Gubernur Banten, pelantikan kembali gagal dilakukan.
"Pelantikan Walikota Tangerang oleh gubernur hari ini batal karena Ratu Atut Chosiyah berhalangan hadir," kata Sekretaris DPRD Kota Tangerang Emed. Ia mengatakan, pembatalan proses pelantikan Walikota Tangerang, dilakukan oleh Ratu Atut Chosiyah secara sepihak.
Pasalnya, DPRD sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk proses pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang.
Selain itu, hingga kemarin pun, Gubernur Banten masih memastikan diri untuk menghadiri proses pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang.
Perlu diketahui, Ratu Atut Chosiyah pada hari Selasa (17/12), ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait suap dalam Pilkada Lebak.
Bongkar Kasus Lain
Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten diharapkan mampu membuka semua penyelewengan yang terjadi di Banten.
"Mudah-mudahan penetapan Ratu Atut sebagai tersangka akan membongkar lebih banyak kasus yang selama ini tertutup dan menyeret lebih banyak pelaku ke meja hijau, karena lebih banyak lagi aktor yang terlibat dalam aksi penyelewengan dan penggelapan di Banten," kata Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BaHu) DPP Partai Nasional Demorkat (Nasdem) Hermawi F Taslim di Jakarta, Rabu.
Menurut Taslim yang hampir 20 tahun menetap di Banten, sudah sangat jelas isyarat dari masyarakat Banten bahwa mereka begitu ingin berubah. Mereka ingin secepatnya keluar dari cengkeraman dinasti politik yang tidak juga mendatangkan kesejahteraan.
"Dari dialog dengan masyarakat di pelosok-pelosok Banten, hampir semua bermuara pada keluhan mereka tidak tersentuh oleh manfaat pembangunan, termarginalisasi, tersingkir oleh proses metropolitanisasi yang terus berjalan di Banten," ujar dia.
Ia mengatakan sudah sejak beberapa tahun terakhir ini berbagai kelompok kritis seperti mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan aktivis di Banten mengendus berbagai penyimpangan tetapi tidak berhasil membuktikannya. Semua dugaan hanya berakhir sebagai diskusi di kedai kopi dan kafe.
Sejak tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut sekaligus suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar beberapa waktu lalu, seolah telah membuka jalan bagi terkuaknya kotak Pandora berbagai dugaan tindak korupsi dan kejahatan lain yang melibatkan jaringan keluarga Ratu Atut di Provinsi Banten, ujar Taslim.
Sebelumnya Pimpinan KPK Abraham Samad mengatakan telah menandatangani Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama tersangka Ratu Atut Choisiyah. Penetapan sebagai tersangka ini langsung dilanjutkan dengan penggeledahan rumah Ratu Atut di Jalan Bhayangkara Nomor 51 Serang, Banten.
Dalam penggeledahan tersebut penyidik mengamankan dua koper berisi dokumen.(*)
TANGERANG - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sudah dua kali batal melantik Walikota dan Wakil Walikota Tangerang periode 2013-2018, Arief-Sachrudin. Pembatalan dilakukan Ratu Atut secara mendadak meski DPRD sudah menyiapkan segala sesuatunya.
No comments:
Post a Comment