"Pak SBY yang tidak melindungi para koruptior bahkan kadernya sendiri, harusnya ini diapresiasi," katanya sebelum acara temu Kader Parta Demokrat DKI Jakarta di Hall D, Jakarta Internasional Expo, Selasa malam.
Temu kader Partai Demokrat DKI Jakarta tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan para petinggi partai serta para peserta konvensi calon presiden. Selain Marzuki Alie tampak para peserta konvensi capres, diantaranya Pramono Edie Wibowo, Dahlan Iskan, Dino Pati Djalal.
Marzuki menambahkan, selama ini seringkali terjadi persepsi yang salah terkait pemberantasan korupsi. Di jaman pemerintahan Presiden Yudhoyono, pemberantasan korupsi telah menjadi panglima, sehingga mampu memenjarakan banyak koruptor.
Namun demikian, persepsi yang diterima dan ditonjolkan adalah banyaknya korupsi. Sedangkan prestasi dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu diabaikan.
"Padahal korupsi di masa lalu itu banyak sekali tapi kan dilindungi, sekarang tidak. Kalau ini disalahkan, nanti Presiden berikutnya akan membela dan melindungi koruptor," katanya.
Ia menambahkan,sirinya menyakini langkah-langkah yang diambil Presiden Yudhoyono demi untuk kebaikan bangsa dan negara. Pemberantasan korupsi harus terus dilanjutkan.
Seperti diberitakan, sejumlah kader Demokrat tersandung masalah korupsi. Selain mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarrudin, juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditetapkan tersangka dan ditahan KPK terkait dengan kasus korupsi proyek Hambalang.(*)
Sumber: Harian Jambi
Sumber: Harian Jambi
No comments:
Post a Comment