Latest News

Thursday, February 13, 2014

Di AS, Teknologi Lebih Penting daripada Seks

Headline

NEW YORK -Ternyata lebih banyak warga AS memilih tidak berhubungan seks dibandingkan 'bercerai' dengan ponsel, laptop, ataupun akses internet.

Menurut survei dari lembaga riset Harris Interactive, persentase mereka yang mengatakan tidak dapat hidup tanpa internet, lebih tinggi dari mereka yang mengatakan tak dapat hidup tanpa seks.

Survei itu menunjukkan, 28% peserta survei mengaku tak dapat hidup tanpa internet. Sementara 20% mengatakan mereka tidak dapat hidup tanpa hubungan seks.

Hasil survei yang sama mengungkap 26% mengaku tidak dapat hidup tanpa ponsel mereka, dan 24% mengklaim tak dapat hidup tanpa komputer mereka.

Rob Weiss, seorang pakar hubungan antara seksualitas manusia dan teknologi digital mengatakan sulit untuk mengartikan angka tersebut tanpa mengetahui usia responden.

"Kebanyakan orang yang saya kenal yang berusia antara 40-45 tahun berpandangan seks itu penting, tapi banyak hal yang lebih penting bagi mereka, seperti anak-anak mereka ataupun karir mereka," ujar Weiss seperti dilansir VOA.

"Anda akan mendapat jawaban yang berbeda dari seseorang yang berusia 20-an dibanding dengan mereka yang berusia 50-an tahun," imbuhnya.

Menurutnya, definisi 'seks' dalam survei juga tidak jelas. Ia menambahkan bahwa definisi banyak orang mengenai hubungan seks berbeda satu sama lainnya.
Bagi sebagian orang, kata Weiss, seks berarti hubungan intim, sementara bagi yang lainnya, jenis kontak lainnya juga termasuk dalam hubungan seks.

Meski demikian, lanjut Weiss, survei seperti Harris Interactive ini ingin menjelaskan pergeseran budaya dari generasi analog ke generasi digital.

"Kita ingin mengatakan ini berarti ini atau itu, atau bahwa ini terjadi pada budaya kita," ujarnya seraya menambahkan, belum terdapat cukup banyak data mengenai generasi digital.

Survei juga menunjukkan 71% responden setuju dengan pernyataan bahwa 'teknologi telah meningkatkan kualitas hidup' dan 65% setuju teknologi mendorong orang untuk menjadi lebih kreatif.

Namun di sisi negatifnya, 76% responden mengatakan setuju teknologi menciptakan 'masyarakat yang malas', dan hanya 41% setuju bahwa teknologi membuat mereka lebih bahagia.

Temuan lainnya dari survei ini mengungkap, teknologi bukan hal yang terpenting di mata warga AS. Survei menunjukkan 42% dari responden mengatakan tak dapat hidup tanpa pasangan mereka.(*)

Sumber: Inilah.com

1 comment:

Kontak Kami

Name

Email *

Message *